The Spirit of Champions, Menenun Mimpi di Langit Kota Baru Parahyangan

Update : 30, Dec 2025 07:46

Malam itu, lampu-lampu di Kota Baru Parahyangan (KBP) tampak lebih berpijar dari biasanya. Di udara sejuk yang sudah menjadi kawasan mandiri ini, ratusan pasang mata berkumpul dalam satu harmoni. Bukan sekadar perayaan, malam Tahun Gethard 2025 ini adalah sebuah saksi baru dari perjalanan panjang sepanjang abad, dimulai dari pembebasan lahan di tahun '94 hingga bertransformasi menjadi properti di Jawa Barat.

Di atas panggung, Direktur KBP, Ryan Brasali, berbagi kisah dengan para petinggi syukur. “Kami memulai proyek ini tahun '94, kondisinya tahun 2000, dan terus bertambah hingga hari ini,” ujarnya. Di tengah tekanan ekonomi global, KBP justru menunjukkan akselerasi, membuktikan bahwa mereka terus tumbuh.

Pertumbuhan ini bukan tanpa alasan. KBP telah berhasil menghempas batasan jarak antara Bandung dengan Banten hingga Jawa Barat. Tamu dari Jakarta kini bisa sampai ke KBP hanya dalam waktu 30 menit.

Namun, KBP tidak cepat puas. Ryan menambahkan perkembangan akses langsung dari stasiun KCIC ke KBP serta pengembangan Jalan Lingkar Cipatat yang akan memudahkan KBP dengan jalur Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi).

“Market kita bukan lagi hanya Bandung, tapi sudah hingga ke Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, tambahnya dengan optimis.

KBP kini bukan lagi sekadar deretan 6.500 rumah di tepi danau atau butik. Ia telah berubah menjadi Tourist Property. Fasilitasnya kini berbicara dalam skala Asia. Ada Wahoo Waterworld yang menyerap 300.000 pengunjung per tahun, IKEA yang unik, hingga Mason Pine Hotel bintang lima.

Kejutan tahun depan pun tak main-main. Ryan menuturkan kehadiran Kartika Sari dengan desain mewah, Lembur Sawah yang akan memboyong seni budaya Sunda, khususnya angklung ke KBP, hingga fasilitas glamping resort di tepi danau yang hanya berjarak 15 menit dari kota.

Namun, yang paling memicu tepuk tangan riuh adalah kabar pembangunan Bioskop di Hejo Square Extension. Sebuah penantian panjang bagi warga KBP dan sekitarnya yang akan segera terwujud. Selain pemaparan rancangan KBP kedepannya, malam itu juga menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang berada di balik layar kesuksesan KBP.

Manager Marketing KBP, Joseph IJong Dachlan memberikan penekanan mendalam tentang tema malam ini, The Spirit of Champions.

“Seorang pemenang belum tentu seorang Champion,” ucap Joseph Jong Dachlan tegas. Baginya, Champion adalah mereka yang memiliki integritas, antusiasme, dan konsistensi yang menginspirasi.

Salah satunya adalah BCA, yang kembali meraih penghargaan sebagai bank dengan KPR terbesar. Kakan Handoko perwakilan dari BCA Bandung menyebut kolaborasi ini terjadi karena bunga yang menarik dan perjalanan yang masyarakat bagi nasabah.

Begitu pula dengan agen properti seperti Dede dari SAP yang merasa kerja kerasnya di tahun 2025 terbayar lunas setelah meraih penghargaan The Best Property Agent Performance. Semangat inilah yang ingin dijaga oleh KBP, semangat kolaborasi antara pengembang, agen, dan perbankan.

Meski fasilitas terus bertambah, KBP tidak melupakan janji awalnya, keberlanjutan. Direktur KBP Ryan Brasali menekankan bahwa 50% lebih wilayah KBP adalah ruang terbuka hijau. Melalui program Adopt a Tree, warga diajak menanam pohon atas nama keluarga mereka sendiri, menumbuhkan rasa cinta pada alam.

Bahkan, tahun depan KBP menyargetkan solusi sampah mandiri, tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA, semuanya dikelola di dalam kawasan. Pengolahan air limbah menjadi air penyiraman taman hingga penggunaan solar panel di setiap rumah baru menjadi bukti bahwa kemewahan di KBP berjalan beriringan dengan kelestarian.

Acara malam itu ditutup dengan hangat. Senyum merekah dari para pemenang KBP Awards, obrolan antusias tentang bioskop baru, dan keyakinan bahwa ekonomi akan terus membaik. KBP telah membuktikan bahwa dalam 25 tahun, mereka bukan hanya membangun properti, tetapi membangun kehidupan, komunitas, dan harapan.