Usia Perak Kota Baru Parahyangan, Bidik Dua Segmen Pasar Menengah dan Mewah

Update : 22, Jul 2026 14:52

source: kompas.com

Lanskap kawasan Bandung Barat bergerak menuju orientasi baru melalui perluasan ekspansi kota mandiri. PT Belaputera Intiland, pengembang Kota Baru Parahyangan (KBP) meluncurkan dua klaster hunian terbaru yang didesain secara spesifik untuk merespons dinamika kebutuhan kelas sub-urban modern dan ekosistem infrastruktur konektivitas tinggi. Direktur PT Belaputera Intiland, Ryan Brasali, menjelaskan, pengembangan struktural ini merupakan manifestasi dari cetak biru jangka panjang perusahaan dalam membangun kawasan hunian terintegrasi. Baca juga: Siapa Pemilik Kota Baru Parahyangan, Kota Mandiri Terluas se-Bandung Raya? KBP kini menginjak usia pengembangan perak dengan fokus yang diarahkan pada penciptaan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi koridor Bandung Raya. "Melanjutkan 25 tahun pengembangan kota mandiri pertama dan terluas di Bandung Raya, visi awal kami tetap konsisten, yakni mengembangkan proyek berskala kota yang menampung segala fasilitas perkotaan sekaligus menyediakan hunian berkualitas bagi berbagai segmen usia produktif," ujar Ryan kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Langkah ekspansi ini terbagi ke dalam dua pendekatan topografis dan segmentasi pasar yang berbeda melalui produk Tatar Jayaprakasa serta kawasan eksklusif Bumiluhur Highland.

Jayaprakasa: Efisiensi Ruang Generasi Digital 
Pada sektor hunian kompak strategis, KBP menghadirkan Tatar Jayaprakasa yang mengusung konsep arsitektur open plan interior fleksibel dan kelengkapan smart home features. Klaster ini dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan segmen keluarga muda serta para profesional digital savvy. Tatar Jayaprakasa menawarkan dua tipe unit utama dua lantai, Tipe Jayatama dirancang dengan luas bangunan 80 meter persegi dan luas tanah 84 meter persegi, mencakup konfigurasi 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Sementara Tipe Jayaprabu memiliki luas bangunan 104 meter persegi dengan luas tanah 84 meter persegi, didukung oleh 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, serta ketersediaan extension area khusus pada lantai dasar. Seluruh hunian dibangun di atas sistem fondasi tiang pancang dan batu kali, dengan struktur dinding bata ringan menggunakan sistem dry mortar. Klaster ini ditunjang oleh sistem keamanan gerbang tunggal (gated system), patroli keamanan berkala, dan integrasi CCTV klaster untuk menjamin privasi penghuni.

Bumiluhur Highland: Ekosistem Elevasi Tinggi 
Diferensiasi lanskap secara signifikan terlihat pada pengembangan kawasan Bumiluhur Highland. Menempati area perbukitan seluas 80 hektar, klaster premium ini berada pada elevasi 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau 50 meter lebih tinggi dibandingkan area pengembangan horizontal KBP sebelumnya. Di wilayah kontur ini, KBP merilis Tatar Surawisesa yang memperkenalkan varian hunian mewah berkonsep hillside sanctuary melalui tipe Wisesa Nava Asri dan Wisesa Nava Asih. Karakteristik arsitektur klaster ini memanfaatkan kemiringan lahan asli upslope dan downslope yang menyajikan sudut pandang terbuka 180 derajat ke arah danau, jajaran pegunungan, serta bentang lampu kota. Spesifikasi spasial unit pada Tatar Surawisesa dirancang dengan dimensi luas yakni Wisesa Nava Asri dengan luas lahan 270 meter persegi dan luas bangunan mencapai 207 meter persegi, mencakup ruang kerja khusus, ruang komunal vertikal, dan ketersediaan fasilitas lift pribadi guna mendukung mobilitas multi-generasi. Sedangkan Wisesa Nava Asri menampilkan luas lahan 180 meter persegi dan luas bangunan 207 meter persegi dengan optimalisasi halaman belakang (*backyard*) serta area atap terbuka. Wisesa Nava Asih hadir dengan pilihan luas bangunan 194 meter persegi di atas tanah seluas 270 meter persegi 2 atau 180 meter persegi, mempertahankan integrasi sirkulasi udara alami dan pencahayaan penuh. Pengembangan Bumiluhur Highland didukung penuh oleh fasilitas eksklusif Bumiluhur Country Club yang menyediakan fasilitas olahraga terpadu serta lintasan joging tematik yang menyatu dengan vegetasi hijau perbukitan. 
Kota Baru Parahyangan Jadi Magnet Investasi dan Home Resort

Nilai Investasi dan Aksesibilitas Regional 

Ditinjau dari proyeksi finansial dan nilai investasi, pertumbuhan organik KBP didorong oleh kelengkapan fasilitas komersial skala besar, seperti IKEA Store, Yogya Junction, dan Pasar Parahyangan. Sektor pendidikan diperkuat oleh kehadiran lembaga internasional seperti Al-Irsyad Satya Islamic School, BPK Penabur, Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas St. Borromeus. Sementara dari aspek makro konektivitas, aksesibilitas menuju kawasan terakomodasi melalui interkoneksi langsung gerbang tol Padalarang via Flyover Simpang Padalarang, mengurangi waktu tempuh bagi pergerakan regional dari arah Jakarta maupun pusat Kota Bandung. Kawasan ini berjarak 120 kilometer dari Jakarta dan 12 kilometer dari titik pusat Bandung. Integrasi moda transportasi publik regional bertumpu pada Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang yang menghubungkan Jakarta-Bandung dalam durasi 30 menit. Akses ini kemudian dihubungkan secara internal menuju KBP lewat penyediaan layanan shuttle car khusus dan jaringan armada listrik komuter kawasan. Sales and Marketing KBP Joseph Ijong Dachlan, menekankan ekspansi dua klaster baru ini merupakan pola pembacaan pasar yang presisi. Pola pembagian klaster bawah untuk hunian efisien digital savvy dan klaster atas untuk segmen ekologis mewah berhasil menyeimbangkan portofolio investasi properti di wilayah koridor barat.